indonesiashippingline.com

Switch to desktop Register Login

Opini : 15 Tahun Privatisasi JICT Siapa Menikmati ? (Tulisan 1)

Seperti kita ketahui, istilah privatisasi atau swastanisasi (penjualan saham) di mana awalnya bernama UTPK (Unit Terminal Petikemas) I yang kemudian berubah menjadi PT JICT (Jakarta Internetional Container Terminal), yang kemudian di tahun 1999 sahamnya dijual kepada perusahaan asing sebesar 51 persen.

Sementara perusahaan induk JICT dalam hal ini  PT Pelabuhan Indonesia  (Pelindo) II(Persero) hanya kebagian 48 persen saham , karena 1 persen lagi (dulu) milik Koperasi Pegawai Maritim  (Kopegmar).

Kenapa perusahaan asing 51 persen ?

Jawabnya, kemungkinan besar sebagai syarat terjadinya privatisasi itu sendiri, dengan kata lain perusahaan asing itu tidak mau investasi alat bongkar muat berupa crane container (CC) dan lainnya, kalau tidak menjadi pemegang saham mayoritas 51 persen).

Pilihan itupun dilaksanakan oleh para petinggi Pelindo II, namun tentu saja bukan berarti tanpa komando atau mungkin juga tekanan/persetujuan/perintah dari (dulu) bernama Dirjen (Ditjen) Pembinaan BUMN dibawah Departemen Keuangan Republik indonesia, saat ini berganti menjadi Kemenkeu (Kementerian Keuangan).

Dari porsi kepemilikan saham JICT tersebut sudah tergambar, siapa sebenarnya yang menikmati keuntungan JICT ??? (*).

 

*Tim Wartawan  Indonesia Shipping Line

(www.indonesiashippingline.com).

 

indonesiashippingline.com (ISL News), islnewstv.com, isl news tv, isl news interaktif adalah merk dagang milik dan diterbitkan oleh PT ISL Media Nasional sejak 2012 di Jakarta (@copyright)

Top Desktop version