indonesiashippingline.com

Switch to desktop Register Login

Pembangunan Infrastruktur Modal Menghadapi AEC 2015

JAKARTA (Shipping Line News) Hingga kini Indonesia dinilai belum siap menghadapi pemberlakuan Masyara­kat Ekonomi Asean (Asean Economic Community/AEC) pada 2015 menda­tang,

 

Ketidaksia­pan sektor pelabuhan dan biaya logistik, pengawasan atas barang impor, perlindungan terhadap unfair trade dan pembangunan infrastruktur.

Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Eddy Kuntadi, pada Rapat Pimpinan Kota (Rapimkota) IV/2013 Kadin Jakarta Utara beberapa waktu lalu menegaskan, maksud dan tujuan pemberlakuan dari AEC 2015 itu untuk menciptakan Asean sebagai sebuah pasar tunggal dan kesatuan basis produksi, dimana akan terjadi free flow atas barang, jasa, faktor produksi, investasi dan modal. Serta penghapusan tarif bagi perdagangan antar sesama negara Asean, siapkah kita semua untuk menghadapi itu ?” kata Edy Kuntadi.

Menurut Edy, jika tidak segera ada penam­bahan infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah, maka ketidaksiapan itu sudah pasti terjadi, saat AEC diberlakukan pada Desember 2015 mendatang."Maka hal itu akan berdampak pada kegiatan berusaha dan masya­rakat umumnya," tandasnya.

Padahal kata Eddy, khususnya Jakarta Utara memiliki kekuatan ekonomi dan wisata serta merupakan salah satu daerah yang sangat vital di Indonesia. "Sekitar 70 persen proses ekspor dan impor berlangsung di pelabuhan Tg. Priok," ujarnya.

Kondisi ini menurut Eddy perlu segera didukung pebangunan infrastruktur baru, karena kapasitas Priok yang terus terbatas setiap tahunnya. "Kita tahu saat ini volume barang yang masuk Priok sudah mencapai 6 Juta TEUs, meningkar 30 persen setiap tahunnya, ini bisa menjadi ancaman bagi Priok,:" katanya.

Kondisi ini kata Addy tentu bisa berdampak pada kesiapan Indonesia menghadapi AEC. “Suka tidak suka kita seper­tinya belum siap untuk menghadapi AEC, apalagi pelabuhan kita juga masih kalah bersaing dengan Singapura dan Malaysia,” tutur Eddy.

Di sektor perbankan kata Eddy juga belum siap. "Perbankan kita tidak tidak efisien. Kinerja impor juga belum membaik sehingga neraca perdaga­ngan kita mengalami defisit.” sambung Eddy.

Diharapkan Eddy, pembangunan Tanjung Priok New Port bisa menjadi solusi untuk dapat menyikapi pelaksanaan AEC 2015. "Saat ini pembangunan Priok New Port sudah dimulai, mudah-mudahan tahun depan, bisa segera beroperasi," imbuhnya. (SLN).

indonesiashippingline.com (ISL News), islnewstv.com, isl news tv, isl news interaktif adalah merk dagang milik dan diterbitkan oleh PT ISL Media Nasional sejak 2012 di Jakarta (@copyright)

Top Desktop version