indonesiashippingline.com

Switch to desktop Register Login

TPKS Buka Layanan Domestik dan Internasional

Terminal Petikemas Semarang atau TPKS sejak beberapa tahun sebelumnya telah membuka layanan bongkar muat petikemas domestik, disamping layanan internasional (ekspor/impor).

Layanan domestik dibuka salah satunya sehubungan dengan kepadatan jalur darat yang melalui Pantura (Pantai Utara Pulau Jawa) yang membawa petikemas rute Jakarta Semarang (Jawa Tengah) dan sebaliknya.

Alhasil, kini sudah mulai banyak perusahaan-perusahaan pelayaran nusantara (Pelnus) yang sandar di TPKS seperti pelayaran SPIL, Meratus dan lainnya  sandar di terminal petikemas milik PT Pelindo III (Persero) itu.

Kedepan diperkirakan arus petikemas domestik (antar pulau) yang melalui TPKS akan terus bertumbuh hingga sebesar 20 persen dibanding kunjungan kapal di tahun 2013 lalu. Karenanya manajemen TPKS, pun menyiapkan sejumlah fasilitas pendukungnya. Bagaimana soal kesiapan itu, Reporter Tabloid Berita Shipping Line News (baca:SLN) baru-baru ini mewawancarai Iwan Sabatini (baca:IS), General Manager TPKS. Berikut petikannya :

 

SLN  :  Bisa dijelaskan soal layanan domestik yang kini juga diberikan oleh TPKS ?

IS   : Betul, bahwa sejak beberapa tahun belakangan kita (TPKS) memberikan layanan bongkar muat petikemas domestik sehubungan dengan keinginan sejumlah customer terutama mereka yang telah berinvestasi bahkan mendirikan perusahaan di daerah Semarang dan sekitarnya. Mereka ingin barang (petikemas) mereka segera sampai di tempat, seperti dari Jakarta, Banjarmasin atau lainnya.

Dengan melalui angkutan laut dan masuk TPKS, mereka nilai lebih cepat dan bahkan lebih efisien dari sisi waltu maupun biaya. Seperti yang saya dengar jalur angkutan darat kini telah diatur secara ketat berkenaan dengan beban tonage, atau jam tertentu trailer bisa masuk ke suatu akses jalan di sejumlah titik jalur Pantura. Hal itu diberlakukan karena pada sejumlah titik Pantura sudah sangat parah baik itu kepadatan, kecelakaan, kerusakan jalan dan jembatan serta polusi, kerugian lain berupa kemacetan yang menyebabkan biaya bahan bakar membengkak.

Makanya kami sebagai bagian dari Manajemen PT Pelindo III (Persero) memberikan kemudahan dengan memberikan diskon untuk angkutan barang domestik agar diminati pelayaran nasional dan para pengguna jasa termasuk pemilik barang. Hal ini tentu sejalan dengan program pemerintah untuk mendorong kelancaran atrus barag atau logistik nasional.

 

SLN :  Bagaimana dengan layanan ekspor-impor di TPKS, apakah memadai dengan dibukanya layanan domestik tersebut ?

IS     :  Alhamdulilah semua bisa kita layani dengan baik. Perlu kami sampaikan bahwa awalnya TPKS hanya melayani handling Petikemas Internasional (expor impor) dan menjadi kebiasaan bahwa "busy handling" adalah hari Kamis s/d Minggu ini dipengaruhi feeder atau Destination Port seperti Singapore, Port Klang dan seterusnya. Maka dari hari Minggu s/d Rabu  kegiatan handling di TPKS relatif berkurang, untuk itu kami membuka layanan domestik untuk Pelnus (Pelayaran Nusantara) yang membawa angkutan petikemas dari dan ke Semarang.

 

SLN : Bisa digambarkan kunjungan Pelayaran Domestik ke TPKS sejak awal hingga saat ini ?

IS      : Tentu dari sisi layanan, kami berikan yang sebaik-baiknya, kepada pelayaran domestik, termasuk dengan pemberian diskon tarif handling antara 25-40 persen. Dan Alhamdulillah saat ini ada beberapa pelayaran petikemas domestik seperti PT Meratus, PT SPIL dan kemungkinan nantinya akan disusul oleh Pelnus yang lain untuk bongkar muat Petikemas domestik di TPK Semarang, sehingga kita mentargetkan hingga di angka 20% atau bisa mencapai 12.000 Teus di tahun ini (2014).

 

SLN :  Pelayaran Domestik asal Jakarta yang masuk TPKS, bisa digambarkan kira-kira berapa persen dari total yang sudah masuk selama tahun 2013 lalu ?

IS     :  Yang dari Jakarta rata rata empty sekitar 45% atau sekitar 5000 Teus dalam setahun  (2013). Dan perlu kami sampaikan bahwa  untuk sementara rute kapal petikemas domestik yang ke TPK Semarang masih dari Jakarta, Banjarmasin dan Sampit diharapkan akan ada tambahan rute lain seperti dari dan ke Tanjung Perak, Kumai dan Benoa. Namun semua itu tergantung kesiapan pelayaran di dalam konekting selanjutnya.

 

SLN :  Bisa dijelaskan terkait fenomena pergesean industri dati Jakarta ke arah Jawa Tengah misalnya ke Semarang sejak beberapa tahun belakangan ini ?

IS      : Sejauh pantauan kami dan berdasarkan kunjungan kami (TPKS) kepada sejumlah industri di Jawa Tengah, utamanya Top Ten yg troughputnya banyak di TPKS, dan dari hasil kunjungan dan komunikasi ternyata mereka juga mengembangkan industri di sini (Jawa Tengah). 

Sebagai contoh PT SAMI, lokasi saat ini ada di Semarang Barat tahun 2014 mereka akan mengembangkan perusahaannya di Jepara dan Salatiga, sehingga diperkirakan ekspor mereka akan meningkat lagi dari 150 box perbulan akan meningkat menjadi 400 box untuk perusahaan tersebut.

 

SLN : Berbagai kesiapan TPKS mengantisipasi pertumbuhan pasar pengguna layanan handling petikemas tersebut, bisa disebutkan ?

IS :  Secara umum di dalam "Road Map" TPKS sampai tahun 2017 dan seterusnya diperkirakan akan mencapai troughput hingga 600- 750 ribu Teus. Maka TPKS saat ini sedang melaksanakan pembangunan perpanjangan dermaga 105 meter, atau total nantinya menjadi 600 meter, serta perluasan Container Yard (CY) baru seluas 5,3 Ha dan beberapa  alat baru seperti 2 CC dan 11 RTG, 10 New Trailer Chasis juga kita akan siapkan di tahun ini.  (*).

 

 

indonesiashippingline.com (ISL News), islnewstv.com, isl news tv, isl news interaktif adalah merk dagang milik dan diterbitkan oleh PT ISL Media Nasional sejak 2012 di Jakarta (@copyright)

Top Desktop version