indonesiashippingline.com

Switch to desktop Register Login

Pelindo III Bagi Rahasia e-Procurement kepada Angkasa Pura I

ISL NEWS (Surabaya) – PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo III (Persero) baru-baru ini  berbagi pengalaman implementasi e-procurement atau sistem pengadaan barang dan jasa (PBJ) digital kepada tim benchmarking Angkasa Pura I (AP I) di Kantor Pusat Pelindo III.

Direktur Keuangan Pelindo III Iman Rachman pada sambutannya menyampaikan bahwa Pelindo III menyambut baik adanya sharing session tersebut. “Salah satu wujud sinergi BUMN yang paling strategis selain sinergi bisnis ialah sinergi dalam pengalaman dan pengetahuan. Apalagi operator pelabuhan laut dan udara seperti Pelindo III dan AP I yang persaingannya ialah di tataran global. Maka sinergi penting karena BUMN Indonesia harus solid membangun negeri,” katanya.

Iman Rachman Bersama tim PBJ Pelindo III memaparkan, Pelindo III sudah beralih ke sistem digital e-procurement atau sudah mampu secara penuh dilaksanakan melalui sistem. Tidak lagi mengandalkan tatap muka dan penyertaan dokumen-dokumen fisik. “Manfaatnya setelah beralih ke e-procurement yaitu menghemat tenaga dan waktu karena tidak perlu bertemu langsung secara fisik. Kemudian yang terpenting ialah menjadi lebih transparan sebagai bagian dari komitmen Pelindo III menjalankan prinsip GCG (Good Corporate Governance/Tata Kelola Perusahaan yang Baik),” lanjutnya.

Ia melanjutkan, dengan sistem digital tersebut, PBJ dijalankan tersentralisasi oleh Kantor Pusat, sehingga memiliki standard yang sama semua dalam satu perusahaan. Kemudian juga dikembangkan modul e-catalog untuk menjadi referensi penentuan harga dan e-purchasing untuk menjadi market place yang bisa membuat pembelian menjadi lebih cepat dan ringkas. “Juga ada modul e-gateaway yang merupakan salah satu karya pegawai yang memenangkan Lomba Inovasi Pelindo III. Modul ini membuat proses PBJ bisa dikerjakan secara mobile, karena berbasis website. Serta bisa menghemat biaya penggunaan salah satu produk ERP (Enterprise Resource Planning/aplikasi manajemen bisnis) yang meski lisensi modul PBJ-nya gratis tapi biayanya dihitung berdasarkan jumlah transaksi,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Keuangan dan TI AP I Novrihandri menyebutkan bahwa perusahaannya sedang dalam proses implementasi ERP. “Kami berdiskusi dengan beberapa BUMN untuk mendapatkan cukup masukan dan best practice. Harapannya agar AP I dapat segera memiliki semacam dashboard proses bisnis dan operasional yang mampu memberikan laporan secara realtime. Termasuk dari sisi procurement (PBJ) dan bagian-bagian sistem lain yang bisa diotomasi dan terintegrasi,” ujarnya.

Salah satu peserta diskusi, Ngurah Dwi dari Bagian Tresuri Kantor Pusat AP I, mengungkapkan beberapa tantangan yang ditemui dalam implementasi ERP. “Ada beberapa tantangan yang dihadapi, yaitu merubah beberapa sisi proses bisnis yang masih manual. Terkait PBJ, ada standar kelengkapan dokumen yang berbeda-beda pada antar unit. Kemudian sentralisasi PBJ bisa menjadi solusi, karena verifikasi PBJ yang masih di masing-masing cabang kurang efisien,” katanya.

Senior Manager SSC Pelindo III Sarjono, membenarkan bahwa tantangan transformasi bisnis dari manual ke otomasi digital juga dihadapi Pelindo III. “Meski sudah mendorong penggunaan e-paper sejak tahun 2016, penerapan ERP juga butuh waktu sekitar satu tahun. Salah satu kunci utamanya ialah penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Karena aplikasi merupakan tools (alat), yang menggunakan adalah pegawainya. Beruntung di Pelindo III ada divisi Change Management yang berperan penting dalam mengakselerasi transformasi bisnis dan budaya, termasuk implementasi ERP,” imbuhnya. (M. Nawar/Red ISL).

Copyright@ 2012-2019 Indonesia Shipping Line [ISL.COM/ISL News] All Right Reserverd

Top Desktop version