indonesiashippingline.com

Switch to desktop Register Login

IKT Tbk.Gelar Sharing Session dengan Pelaku Usaha

ISL NEWS (Jakarta) – Kamis kemarin (4/04/2019) PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) TBK atau dikenal juga dengan brand bisnis IPCC, menggelar sharing session sebagai bagian dari ekosistem bisnis, khususnya di lingkup Core Bisnis IKT Tbk.

Sharing session IKT Tbk itu, dihadiri oleh Munif, Sunarno dan Andry dari Insa Jaya, Banu Amza dari PT Berlian P Mandangin, Marwoto dari PT Gurita Lintas, Delon dari BNI Adonara, Akbar Ladjoni dari PT Surya Bintang Timur, Aswin Pawaka dari BNI Tanjung Priok, Theo Rinastowo,  Bay M Hasani dari PT IKT Tbk, Lukman Ladjoni dari SPY, Bambang Sabekti, Dan Gustama, Bisma Nusantara dan Didip dari NPCT 1, Supriyanto dari PT SAI, dan Tresna Pardosi dari MAL.

Direktur Utama IKT, Chiefy Adi K, mengatakan bahwa masukan untuk perbaikan kebijakan dan operasional sektor maritim dan logistik perlu dilakukan secara terstruktur dan bertahap agar seluruh aspirasi dapat tersampaikan dengan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kesalahan persepsi dari berbagai pihak, dan yang paling penting applicable, simple, GCG dan membuat semua happy.

“Kemudian salah satu indikator kesuksesan bisnis dalam sebuah ekosistem bisnis adalah sinergi semua pihak yang baik, efektif dan optimal di antara para pelaku bisnis dan stakeholdernya. Dengan jalinan komunikasi yang kokoh berlandaskan mutual trust, mutual respect dan mutual understanding serta mutual benefit, maka seluruh kebijakan dan regulasi kemaritiman dalam sebuah mata rantai logistik dalam sebuah ekosistem bisnis tidak akan tercampuri oleh personal interest ataupun conflict of interest. Karena pada hakekatnya berbeda peran, berbeda instansi hanya soal kompetensi masing-masing. Namun muara dari tujuan semua peran yang berbeda tersebut adalah berkontribusi yang terbaik sesuai bidangnya untuk menjadi bagian dari masa depan, kebanggaan dan kebahagiaan Bangsa Indonesia,” ungkap Dirut IKT.

Lukman Ladjoni dalam kesempatan itu mengatakan bahwa regulasi pemerintah harus lebih memudahkan pelaku usaha, baik terkait dengan kejelasan persyaratan yang harus dipenuhi maupun lembaga yang berwenang menerbitkan dan menertibkan.

“Pelaku usaha butuh kepastian regulasi dalam menjalankan bisnisnya. Dalam kesempatan yang sama Pak Theo juga mengharapkan peram asosiasi dalam melindungi anggotanya serta memperjuangkan aspirasi terhadap sebuah peraturan yang akan diterbitkan oleh pemerintah. Jangan sampai kepentingan anggota tidak terakomodasi,” ujarnya.

Capt. Supriyanto, sekretaris INSA Jaya menambahkan, dengan adanya kegiatan ini, mampu menciptakan cahaya terang bagi perkembangan dunia bisnis kemaritiman dan logistik Indonesia, dengan prinsip adil, transparan dan bersih. Momen-momen ini perlu dibuatkan notulen sharing dan berkala untuk dilakukan. (Red.ISL).

Copyright@ 2012-2019 Indonesia Shipping Line [ISL.COM/ISL News] All Right Reserverd

Top Desktop version