indonesiashippingline.com

Switch to desktop Register Login

Indonesia Harus Punya 86 Pelabuhan Utama 2030

JAKARTA (Shipping Line News) - Pemerintah menghitung untuk pengembangan pelabuhan di Indonesia membutuhkan investasi  sebesar 46,112 dolar AS miliar [Rp439,67 triliun] hingga 2030 mendatang.

Data Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan  menyebutkan dari jumlah tersebut pemerintah hanya memenuhi 31,7 persen atau 14,613 miliar dolar AS. Sisanya sebesar 31,499 miliar dolar AS atau 68,3 persen diperoleh dari investor asing.

Dan tahapan pengembangan pelabuhan itu sudah dimulai pada 2011, salah satunya untuk mendukung program Masterplan Percepatan Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Pada 2011-2015, investasi pengembangan pelabuhan diperkirakan menelan biaya sekitar 12,114 miliar dolar AS.

“Dari total investasi itu, pemerintah hanya bisa memenuhi 42,5 persen atau 5,148 miliar dolar AS, sedangkan 6,966 miliar dolar atau 57,5 persen dari investor swasta,” kata Leon dalam Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition beberapa waktu lalu.

Ditambahkan,  menambahkan keikutsertaan pemerintah untuk membiayai pengembangan pelabuhan ini dalam sepuluh tahun mendatang hingga 2013 semakin berkurang. Sementara, investasi investor swasta semakin meningkat.

“Itulah mengapa kami memerlukan partisipasi yang besar dari sektor swasta. Kami berharap untuk meningkatkan partisipasi sektor swasta dapat berjalan seimbang dalam membangun kompetisi yang sehat,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, untuk mengefisiensikan sistem dalam pelabuhan, pemerintah memerlukan investasi yang besar untuk mendukung pelabuhan yang tersebar di Tanah Air. Pemerintah juga sudah mengembangkan beberapa pelabuhan utama di Indonesia, antara lain Sumatera Utara/Aceh, Tanjung Priok dan Tanjung Perak di Jawa, Makassar di Sulawesi Selatan, Bitung dan Sorong di Papua.

“Pelabuhan ini sangat strategis dan nekat dengan rute pelayaran internasional,” urainya.

Saat ini, Indonesia memiliki 1.975 pelabuhan, dengan 110 pelabuhan sebagai pelabuhan komersial yang dikelola oleh empat BUMN pelabuhan. Pemerintah juga memiliki 614 pelabuhan non komersial yang dikelola oleh pemerintah dan lebih dari 800 terminal khusus atau didedikasikan sebagai terminal swasta.

Ia mengakui ke depannya pemerintah tengah dan akan mengembangkan pelabuhan terminal Petikemas Kalibaru di Tanjung Priok, Teluk Lamong di Jawa Timur, serta menambah terminal kontainer di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.

Sementara dalam lima tahun mendatang, ada 26 pelabuhan yang akan dikembangkan, antara lain Banjarmasin, Pontianak, Batam, Madura, Cilamaya, Palembang, Kuala Tanjung, Panjang, Ambon, Dumai, Teluk Bayur, Makassar, Banjarmasin, Bitung, Tanjung Emas, Probolinggo, Balikpapan, Jayapura, Sorong, Pasean, Maloy, Pleihari, Sei Gintung, Gorontalo, Pantoloan, dan Pare-Pare.

“Visi kami dalam 2030 mendatang menjadi pelabuhan-pelabuhan di Indonesia sebagai “hub” internasional, salah satunya berlokasi di Sumatera Utara Pelabuhan Kuala Tanjung dan Pelabuhan Bitung di Sulawesi Utara,” paparnya.

Hingga 2030, pelabuhan yang mengangkut batu bara mencapai 500 juta ton, petroleum sebanyak 107 juta ton, kelapa sawit 40 juta ton, kargo dapat mengangkat sebanyak 43 juta ton, serta kontainer dapat mengangkut 42 Mteu. (SLN)

@ PT ISL Media Nasional (ISL NEWS) Sejak Tahun 2012

Top Desktop version