indonesiashippingline.com

Switch to desktop Register Login

Angsuspel Priok Naikkan Tarif 30 %

JAKARTA (Shipping Line News)Pasca Kenaikan BBM, Juni lalu Dewan Pimpinan Unit  (DPU) Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Pelabuhan Tanjung Priok  sepakat menaikkan tarif sebesar 30 %.

Ketua Angsuspel Tanjung Priok, Gemilang Tarigan mengatakan kenaikan tarif Angsuspel sebesar 30 % sudah melalui pembahasan dalam Rapat Pleno  DPU Angsuspel , sehingga sejak 24 Juni 2013 telah menjadi keputusan atau ketetapan DPU Angsuspel untuk diberlakukan kepada konsumen pemakai jasa angkutan pelabuhan.

“Sebagai ganbaran, dengan kenaikan 30 % maka ongkos angkut untuk petikemas 20 feed dari Tanjung Priok ke Tangerang yang semula sebesar antara Rp.1.000.000 hingga Rp.1.500.000, menjadi Rp. 1.700.000 hingga Rp.1.900.000 lebih, dengan load factor 50 % dan di dalamnya ada biaya operasional dan keuntungan perusahaan sebesar 10 %,” jelas Gemilang Tarigan saat sosialisasi tarif baru, kepada anggota dan segenap pengguna jasa di Jakarta, (25/06) kemarin.

Dijelaskan Tarigan, kenaikan tarif Anguspel sebesar 30 % tidak semata-mata didasarkan pada kenaikan BBM Solar yang diperkirakan hanya 11 %, dari Rp.4.500 menjadi  Rp, 5.500,- per liter.

 “Namun ada sejumlah pertimbangan, mulai dari kondisi bahwa sejak 2008 lalu  hingga 2013 saat ini tarif Angsuspel tidak pernah naik, sehingga satu hal yang wajar bila kami menaikkan hingga 30 % saat ini,” ungkapnya.

Kemudian kata Tarigan, kenaikan sebesar itu juga didasarkan pada nilai investasi pengadaan armada  (trailer) baru yang saat ini harga belinya mencapai Rp. 630 Juta ditambah biaya administrasi dan lainnya sebesar Rp. 150 Juta, sehingga total biaya pengadaan armada baru saat ini sebesar Rp. 780 Juta,” jelas Tarigan.

Dengan kata lain, kenaikan sebesar itu, untuk menjaga keberlangsungan usaha Angsuspel pada 5 tahun ke depan. “Seperti diketahui daya operaisonal trailer yang normal itu selama 5 tahun, setelah itu harus ganti baru, sehingga pelayanan kepada pengguna jasa dapat dlakukan secara optimal, terutama kecepatan dan ketepatan waktu, ” ujarnya.

Dan perlu digaris bawahi, kata Tarigan selama ini tak ada subsidi dari pemerintah untuk pengadaan armada baru. “Para pengusaha angkutan berusaha sendiri bagaimana meremajakan armadanya,” katanya.

Tarigan optimis, para pengguna jasa dapat memahami kenaikan ongkos angkut Angsuspel saat ini, sehingga dapat diterima semua pihak. “Artinya, bukan besarnya kenaikan tarif yang menjadi perhatian semua anggota tetapi bagaimana cara menjelaskan secara detail kepada pengguna jasa Angsuspel, terkait kenaikan tarif Angsuspel saat ini,” ujarnya.

Gulung Tikar

Dalam kesempatan sosialisasi tarif baru itu, Zarkoni, salah satu pengurus DPU Angsuspel mengatakan kenaikan 30 % bisa diibaratkan batas atas, terserah anggota dia mau memberlakukan berapa kepada konsumennya.

“Artinya, konsekwensi ada pada anggota, kalau misalnya ada yang bertahan menerapkan ongkos dibawah Rp.1.500.000 misalnya, ya silahkan saja. Tapi dia pasti akan tetap memakai armada lama yang usianya di atas 20 tahun, yang sebenarnya sudah tidak layak operasi,” ungkapnya.

Dan kemudian, kalau anggota Angsuspel tidak berani menaikkan tarif sebesar 30 % maka 5 tahun kemudian dia pasti collaps, karena tidak bisa membeli armada baru .

“Sebab bisa dipastikan untuk 5 atau 10 tahun kedepan, harga beli Trailer baru bisa mencapai Rp.1 miliar,” imbuhnya. (SAiFUL ANAM).

 

 

 

 

@ PT ISL Media Nasional (ISL NEWS) Sejak Tahun 2012

Top Desktop version