indonesiashippingline.com

Switch to desktop Register Login

IPC ENERGI PENUH di 2020

MEMASUKI TAHUN 2020, Indonesia Port Corporations/IPC atau PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo II (Persero), memiliki semangat bisnis baru dan semangat bisnis yang kuat guna mencapai target-target perusahaan, yakni ‘IPC Energi Penuh di 2020’.

Berbagai catatan yang terukir positif maupun negatif di tahun 2019 lalu, menunjukkan bahwa apa yang IPC lakukan telah berada pada arah yang tepat, dan menjadikannya sebagai pendorong untuk selalu menjalankan peran dan fungsi seluruh elemen perusahaan dengan sebaik-baiknya.

Tahun 2020 yang merupakan fase ‘world class port’, juga merupakan tahapan awal dari VISI  5 tahun selanjutnya yakni menuju IPC menjadi ‘world class port facilitator’, pada tahun 2024 mendatang.

Hal ini juga berarti bahwa evolusi IPC memasuki era baru, dimana arah tranformasi bisnis perusahaan bukan lagi menjadi landlord atau portoperator, namun juga berperan sebagai fasilitator perdagangan.

Kini saatnya segenap elemen IPC menyingsingkan lengan lebih tinggi dan mengambil ancang-ancang untuk bergerak lebih jauh, memberikan yang terbaik, dengan energi penuh di  tahun 2020 ini. Segenap Insan IPC harus aktif mempelajari dan mendalami makna world calss port facilitator itu sendiri dan mempersiapkan diri mulai se-dari sekarang’.

 

Capaian IPC 2019

Beberapa capaian yang menjadi catatan positif pada tahun 2019, bahwa Tahun 2019 kemarin 12 cabang Pelabuhan IPC telah memeliki sistem operasi berbasis digital yang setara tentunya dengan tingkat yang berbeda-beda sesuai kebutuhan masing-masing cabang pelabuhan. Sejumlah aplikasi penting telah diimplentasikan antara lain, Vessel Management System (VMS), Vessel Traffic System (VTS), Auto Matic Identificatioon System (AIS), dan Terminal Operating System (TOS).

Demikian juga Marine Operating System (MOS), untuk pelabuhan yang mempunyai traffic kapal yang tinggi dan disandari kapal-kapal besar. Terkini, pada awal Desember 2019, IPC telah memperkenalkan Single Truck Identity Database (TID) yang merupakan basis data truk yang hilir mudik di pelabuhan –pelabuhan IPC.

Dimulai dari Pelabuhan Tanjung priok sebagai pilot project, yang akan fuly implemented tahun ini (2020).

Capaian penting lainnya, hingga tahun 2019 IPC telah berhasil membangun kerja sama sister port, setidaknya dengan 11 pelabuhan dunia, yaitu Port of Ningbo China, Port Of Shenzen China, Port of Guangzhou China, Port Baku Azerbaijan, Port of Townsville - Australia, Port of Lazaro Cardenas – Meksiko, Port of Hamad - Qata, Port of Djibouti - Afrika Timur, Port of Sabah -Malasia, Port Los Angeles - Amerika.

Pencapaian ini menambah keyakinan  bahwa IPC mmam[u bersaing dan memiliki kapasitas yang baik dalam hal pengelolaan pelabuhan kelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan, serta kontribusio secara aktif dalam pengurangan biaya logistik dan fasilitasi kegiatan ekspor-impor Indonesia.

Pada pertengahan tahun 2019, lembaga pemeringkat Independen Standar dan Poor’s  meningkatkan peringkat IPC menjadi BBB dari peringkat sebelumnya BBB dengan outlook stable (prospek stabil). Yang menunjukkan bahwa tren kinerja positif perusahaan baik operasional maupun keuangan selama empat tahun terakhir juga mendapatkan perhatian dari pemangku kepentingan termasuk para investor.

Selain itu berdasarkan hasil survey LIoydslist Maritme Intelegence pada tahun 2019 Pelabuhan Tanjung Priok mendapatkan peringkat ke 22 dunia, naik 4 petingkat dari tahun sebelumnya berdasarkan throughput petikemas yang ditangani. Peran Pelabuhan Tanjung Priok sebagai Transhipment Port juga telah diperkuat, nsehingga saat ini secara reguler telah melayani kapal-kapal besar dengan direct call service ke beberapa tujuan akhir baik di Eropa, Amerika, Australia maupun China melalui kerjasama dengan Shipping Line besar seperti CMA –CGM, CosCo dan MSC. Terbaru, Tanjung Priok menambah layanan direct call dengan tujuan Rusia.

Berbagai upaya positif IPC, tercermin pula pada hasil penilaian kriteria penilaian kinerja unggul (KPKU) dan Good Corporate Govermance (GCG), IPC dimana skor keduanya terus, menunjukkan tren peningkatan selama 4 tahun terakhir. Untuk tahun penilaian KPKU 2019, IPC berhasil mencapai 616,75, sehingga mampu mempertahankan predikat ‘Emerging Industry Leader’. Sedangkan dari aspek GCG, IPC kembali mencatatkan peningkatan signifikan dan mencapai skor 98,30 ‘Sangat Baik’.

 

Visi  World Class Port

Catatan positif tersebut, bersama-sama dengan seluruh capaian lainnya pada tahun 2019, menunjukkan bahwa apa yang dilakukan IPC berada pada arah yang tepat, untuk mewujudkan VISI IPC/Pelindo II menjadi ‘World Class Port di tahun ini (2020) dan Wold Class Port Facilitator’ pada tahun 2024.

Upaya mencapai VISI tersebut, tentu akan ditopang dengan capaian kinerja Keuangan serta Operasional IPC, dimana hingga bulan November 2019 tercatat realisasi laba perusahaan sebesar Rp. 2,68 Triliun atau meningkat 19,77 %  dibandingkan pecapaian periode yang sam tahun lalu sebesar Rp. 2,24 Triliun. Sementara, pendapatan usaha tercapai sebesar Rp. 10, 79 Triliun  naik 4,67 % dibandingkan November 2018 sebesar Rp. 10, 30 Triliun. EBITDA tercapai sebesar Rp. 3,78 Triliun atau 6,12 % lebih rendah dibandingkan capaian periode sebelumnya, sedangkan BOPO sebesar 71,51 %, lebih tinggi dibandingkan realisasi November 2018 yang tercatat sebesar 67,82  % .

Dari sisi kinerja operasional, traffic arus petikemas tercapai sebanyak 6,95 Juta TEUs, naik 1,6 % dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 6,84 Juta TEUs. Aruis Non petikemas terealisasi sebesar 52,87 Juta Ton, turun 2,8 % dibanding tahun Novemnber 2018 yaitu sebesar 54,40 Juta Ton. Untuk arus kapal terjadi penurunan sebesar 3,2 % yaitu dari 195,7 Juta GT menjadi 189,5 Juta GT, sedangkan untuk arus penumpang terjadi kenaikan dari 588.000 menjadi 1 Juta Penumpang atau tumbuh sebesar 73,6 %  dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari Taksasi 2019, yang telah disusun, laba bersih dan pendapatan usaha masing-masing diperkirakan sebesar Rp. 2,63 Triliun dan Rp. 11,91 Triliun sehingga kinerja IPC dapat menjadi lebih baik dibanding tahun 2018. Namun jika dibandingkan dengan harapan dan rencana, banyak hal yang harus terus diperbaiki, melalui introspeksi secara objektif, meningkatkan cara kerja dan aktifitas-aktifitas secara profesional untuk mengidentifikasi solusi sekaligus penguatan pondasi bisnis tahun ini (2020).

Goals IPC adalah mewujudkan Profesional yang punya Marwah, Kinerja yang Bermarwah, serta meningkatkan Keberhasilan di atas Keberhasilan.  

(*** Tim Redaksi ISL News/email:This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.)  

Copyright@ ISL Media Nasional (ISL NEWS) Sejak Tahun 2012 All Right Reserverd

Top Desktop version