indonesiashippingline.com

Switch to desktop Register Login

Arif Suhartono Direktur Komersial IPC/Port Of Indonesia: Kibarkan Bendera IPC di luar Indonesia

BENDERA IPC harus ditancapkan di luar Indonesia. Demikian Direktur Komersial INDONESIA  PORT CORPORATION /IPC atau PT Pelindo II (Persero)  yang baru, Arif Suhartono. Dilantik 8 april lalu, Arif bukan insan baru di IPC. Mendapat sebutan “Spesialis Direktur’’, Arif telah menjabat berbagai posisi di direksi di berbagai anak perusahaan IPC Group, mulai dari MTI,TPI, Rukindo, PTP, PPI, dan lainnya.

Untuk mengibarkan bendera IPC di luar Indonesia, saat ini Diktorat Komersial mendorong terbentuknya citra pelabuhan Indonesia di Era Baru Pelabuhan. Ia juga terus membangun IPC sehingga menjadi representasi pelabuhan Indonesia, untuk membentuk brand bahwa Pelabuhan Indonesia ialah IPC, dan IPC ialah Pelabuhan di Indonesia.

Menurut Arif, kunci kesuksesan sebuah bisnis sederhana saja, yakni membuat pelanggan senang. Tugas marketing pada dasarnya memastikan kepuasan customer.

“Kita harus mendengarkan complain, jika memungkinkan  ikut beri solusi. Inilah tugas utama tim marketing. Selain memastikan customer tersebut happy, juga mencari customer yang belum ada,’’ ungkapnya.

Tahun ini Dirkom IPC mendapat penghargaan BUMN Marketeers Award 2019 sebagai The Most Promoting Company in Strategic Marketing. IPC merupakan jawara branding dalam rangka melebarkan sayap bisnis.

Keberhasilan tercermin dari directcall IPC yang menjangkau wilayah InterAsia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Australia. Dan bulan lalu dilakukan penandatanganan kerja sama oleh IPC dengan Pelabuhan Nambo di China.

Untuk itulah, kata Arif, kolaborasi dengan berbagai pihak terkait makin dibutuhkan. Dalam jangka pendek, Arif mengatakan akan menjalankan program yang dibuat oleh direksi sebelumnya, dan memaksimalkan aset-aset yang sudah ada. “Pelindo II merupakan bagian dari negara dan harus mendorong pelaku industri serta pelaku bisnis,’’ ujarnya.

Sedangkan untuk jangka panjang, Dirkom ingin mewujudkan Proyek Strategis IPC Pelabuhan Kijing atau Tanjungpura, di Kalimantan Barat, yang diperkirakan beroperasi pada tahun 2020. Fasilitas yang lebih besar diharap memberi dampak positif kepada wilayah Pontianak, dengan kondisi kabar yang terbatas dari sisi falitas, kedalaman, hingga segi biaya. Dengan tanah 70 hektar untuk fasilitas pelabuhan dan 130 hektar untuk fasilitas pendukung pelabuhan, dapat mendorong terbentuknya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Di sisi lain, Arif akan lebih suka jika KEK dimiliki oleh Pemda setempat, karena pemerintah berperan sebagai developer dalam dunia industri. Industri yang dimaksud adalah produk, yang akan traffic melewati pelabuhan. Dalam membangun industri pelabuhan dibutuhkan kerjasama dengan pemerintah, yang artinya pelabuhan fokus kepada pelabuhan outlet dan pemerintah fokus dengan indusri.

“Saya juga mendorong agar minimal kalau KEK belum jadi, pemerintah bisa mendeklarasikan bahwa koordinat ini, ini, dan ini adalah untuk kepentingan itu. Jadi, pemerintah bisa bicara dan memegang janji itu. Kalau ada pihak yang punya tanah di tempat tersebut, misalnya untuk mall, tidak boleh. Daerah ini khusus industri. Kalau misalnya tanahnya sudah milik Pemda, ya disewa ke Pemda. Jadi, Pemda itu developer yang punya peta, jalan, bloknya yang ini, ini, dan ini. Silahkan hubungi yang punya’’ lanjut Arif.

Terkait callcenter, kata Arif, berbeda dengan call senter lainnya. “Pada call center pelabuhan, ketika customer memberkan complain, maka akan memberikan channel kepada pihak yang bisa membantu permasalahan, sementara customer menginginkan bagaimana permasalahan mereka direspons. Dan complain dianggap selesai jika customer yang mengatakan closed. Tujuan dari Trade Facilitator ini meng-courage bisnis, industri, dan tranding menjadi lebih baik,’’ ujarnya. Untuk itu dalam jangka panjang ia menganspirasi perlunya mendekatkan posisi pelabuhan dengan kawasan industri.

Dalam pendangan Arif selanjutnya, untuk mengetahui tren isu-isu ke depan dibutuhkan divisi khusus penelitian.”Kita harus memikirkan kesana. Aspeknya banyak, dari perhubungan, apakah Trade Fasilitator khusus logistik hanya memfasitasi saja. Kalau eksekusi yang berhubungan dengan Pelindo II, seperti apa. Kalau kita melebarkan lagi, harus sampai ke eksternal. Harus sampai ke sana’’ katanya.

Di luar tugas, Arif yang merupakan pendengar yang baik ini, senang melakukan aktivitas memasak di luar ruangan (outdoor). Sementara itu, untuk Milenial IPC Arif menyampaikan pesan agar memiliki integtitas dan jangka muda hanya di usia. Generasi ini harus memiliki ide dan gagasan berkualitas dan segar khas anak muda. Walau pekerjaan tidak dipandang sebagai passion nikmati secara “think different’’. Dengan demikian, milenial akan mendapat penghargaan sepantasnya. Recognition. “Milenial merupakan generasi IT. Apa saja ada di dunia digital. Make money dari itu,’’ungkap Arif.  (*Redaksi ISL).

Copyright@ 2012-2019 Indonesia Shipping Line [ISL.COM/ISL News] All Right Reserverd

Top Desktop version