indonesiashippingline.com

Switch to desktop Register Login

Pelindo 4 Sinergi dengan PT ANTAM, Rencana Buka Direct Call ke India

ISL NEWS (Makassar)  - Pelindo 4 bersinergi dengan PT ANTAM (persero) TBK juga berencana untuk membuka rute untuk direct call dan direct export langsung ke India. Dibukanya direct call dan direct export ini dilakukan karena hingga saat ini, memang  belum ada direct call dan direct export ke wilayah Asia Selatan, termasuk India.

“Selama ini, direct export dan direct call kami baru ke Benua Eropa dan Amerika (Amerika Serikat, Spanyol, Perancis, Hamburg dan Rotterdam). Serta ke beberapa negara di Asia Timur, yakni China, Jepang dan Korea,” jelas Direktur Utama Pelindo IV, Farid Padang saat  menerima kunjungan Direktur Pemasaran PT ANTAM (Persero) Tbk., Tatang Hendra, belum lama ini.

Menurut Farid, belum adanya direct call langsung ke India, disebabkan barang yang dikirim para eksportir melalui Pelabuhan Makassar masih lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan pasar di beberapa negara yang telah disebutkan di atas.

“Untuk India belum ada karena komoditas yang dikirim rerata untuk kebutuhan di wilayah Eropa, Amerika dan Asia Timur. Namun, bila ANTAM memiliki pasar potensial di India, kami akan bantu dengan membuka rute baru direct call langsung melalui pintu Pelabuhan Makassar,” ujarnya.

Sejauh ini kata Farid, ada cukup banyak keuntungan yang bisa didapat para pengusaha yang telah melakukan direct calllangsung dari Pelabuhan Makassar, di antaranya efisiensi biaya dan waktu.

“Ke China misalnya, dari sebelumnya memakan waktu 24 hari kini tinggal 9 hari perjalanan dengan efisiensi biaya sekitar US$200 setiap pengiriman barang. Sedangkan untuk ke Eropa dan Amerika, efisiensi waktunya kini hanya menjadi 11 hari dengan penyusutan biaya kurang lebih US$500.”

Bahkan lanjut Farid, direct call dan direct export juga bisa dilakukan melalui Pelabuhan Kendari, yang kini telah memiliki dermaga baru dengan dibangunnya Kendari New Port (KNP). “Kendari butuh pasar baru karena dermaganya juga kini baru,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, rencana direct call dan direct export ke India dengan sistem third party cargo, dimana ANTAM sebagai owner, Pelindo IV untuk operator pelabuhan dan Sinokor Merchant Marine Co., Ltd. direncanakan sebagai operator kapalnya.

Farid menambahkan, eksportir yang ada di Sulawesi Utara dan sekitarnya juga kini bisa melakukan direct export melalui Pelabuhan Bitung. “Terutama untuk pengusaha yang biasa mengirimkan barangnya ke Davao, Filipina.”

Direktur Pemasaran PT ANTAM (Persero) Tbk., Tatang Hendra menuturkan pihaknya baru mengetahui bahwa selama ini eksportir di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sudah bisa melakukan direct export melalui Pelabuhan Makassar.

“Selama ini, kami selalu melakukan pengiriman barang ke pasar di luar negeri dari Pomala, Sulawesi Tenggara melalui Tanjung Perak, Surabaya. Kami baru mengetahui kalau Pelindo IV ternyata sudah membuka jalur ekspor langsung ke luar negeri melalui pintu Pelabuhan Makassar,” tuturnya.

Dia menyebut, sejauh ini pasar ANTAM yang terbesar adalah ke India, selanjutnya Korea dan beberapa negara lainnya. Tatang menyebut, pasar India adalah yang paling banyak merebut komoditas yang dihasilkan, yakni emas. “Per bulan bisa mencapai 270 kontainer atau sekitar 1.000 ton. Sedangkan ke Korea hanya sekitar 25 hingga 30 kontainer per bulan. Atau, secara total sekitar 120.000 kontainer dalam setahun,” ujarnya. (Bambang Widodo/Red. ISL).

Copyright@ 2012-2019 Indonesia Shipping Line [ISL.COM/ISL News] All Right Reserverd

Top Desktop version