indonesiashippingline.com

Switch to desktop Register Login

Direktur IPC Grup, Riry S Jetta : Fokus Direktorat PAP Menyehatkan Anak- Anak Perusahaan

ISL-JAKARTA TANJUNG PRIOK - Direktur Pengelolaan Anak Perusahaan (PAP) IPC/PT Pelindo II (Persero), Riry Syeried Jetta mengungkapkan, secara umum sumua anak perusahaan di lingkungan IPC sudah sehat.

Bahkan kata Riry, dari 17 Anak Perusahaan, beberapa di antaranya dinyatakan sangat sehat, sehingga dapat dilakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana atau yang lebih dikenal secara umum sebagai “go public” di lantai bursa saham, sepetri PT Jasa Armada Indonesia (JAI) atau kini dikenal dengan IPC Marine  dan PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) atau saat ini dikenal dengan IPCC .

“Artinya, ke-2 anak perusahaan tersebut sudah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan pendanaan yang lebih besar melalui pasar modal,” ujar Dir. Riry S. Jetta, belum lama ini.

Apa  yang  disebut sehat,  kata  Riry, secara umum adalah struktur keuangan, operasionalisasi perusahaan dan organisasi dalam kondisi baik termasuk going conternanya. Oleh karena itu, di tahun 2018, fokus Direktorat PAP adalah agar setiap anak perusahaan melakukan pengembangan usaha sesuai dengan grand design bisnis anak perusahaan yang masing-masing diatur agar tidak saling bertabrakan dan juga mampu mengembangkan bisnis di luar wilayah IPC.

Dalam rangka mendorong usaha anak perusahaan, IPC mendirikan PT Pelabuhan Indonesia Investama (PT PII) untuk mempermudah atau mempercepat tercapainya sasaran dari setiap anak perusahaan. Sejak 17 November 2017 PII secara resmi berdiri dengan tujuan tumbuhnya internal capital market untuk mencapai tujuan di atas.

Di samping itu ketujuh belas anak perusahaan di lingkungan IPC yakni   PT EDII, PT MTI, PT JICT, TPK  Koja, PT RSP, PT ILCS, PT EPI, PT PPI, PT IKT, PT JPPI, PT PTP,PT IPC TPK, PT PMLI, PT JAI, PT TPI, PT Rukindo dan PT PII.

 Dicontohkan Riry, yang dimaksud agar tidak bertabrakan misalnya, PTP hanya akan menangani multipurpose, sementara handling petikemas ditangani Oleh PT IPC TPK (Terminal Petikemas). Pendeknya, tata kelola untu kanak-anak perusahaan menjalani proses penyempurnaan.

Anak perusahaan yang melakukan IPO adalah PT Jasa Armada Indonesia (IPC JAI), sementara itu PT PelabuhanTanjung Priok (PTP) sedang dalam proses, yang diharapkan sudah selesai pada akhir tahun semester II tahun ini.

Untuk anak perusahaan yang belum mencapai tingkat kesehatan yang diharapkan, menurut Dir. Riry, pihaknya memasukkannya dalam program restrukturisasi dan dilakukan terapi sesuai permasalahan yang dihadapi.

“Hal ini terus dilakukan sehingga perusahaan-perusahaan tersebut mampu membiayai kegiatan bisnis masing – masing. Dan kini, secara umum sudah sehat sebagaimana diharapkan,” ujar Riry.

Dengan sehatnya setiap anak perusahaan dan makin bertambahnya yang melakukan IPO, tambah Riry, maka Direktorat PAP telah menjalankan bidang tugasnya dengan hasil menggembirakan. “Sehingga berkontribusi besar untuk melaksanakan corporate roadmap yang telah ditetapkan sampai tahun 2020. Ini sejalan dengan visi IPC menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia,yang unggul dalam operasional dan pelayanan,” imbuh Riry.  (Tim Red. ISL).

@ PT ISL Media Nasional (ISL NEWS) Sejak Tahun 2012

Top Desktop version