indonesiashippingline.com

Switch to desktop Register Login

Pangkas Dwelling Time Priok Perlu Sinkronisasi Dua Kementerian

 

 

 

TANJUNG PRIOK (Shipping Line News)- Untuk menekan angka dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok, harus ada sinkroniasi dua Keputusan Menteri (Kepmen) Perhubungan dan Keuangan tentang YOR (Yard Occuopancy Ratio).

 

Hal itu ditegaskan Menteri BUMN Dahlan Iskan usai rapat di Kantor IPC (Indonesia Port Corporation) sebelumnya.

 “Untuk  menekan dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini rata-rata ada di kisaran 13 hari lebih, perlu sinkroniasi aturan yang mendasari soal YOR,” ujar  Dahlan Iskan, kepada Shipping Line News.

Seperti diketahui kata Dahlan, Kepmen Keuangan mengatur YOR pada angka 85 % sedangkan Kepmen Perhubungan menetapkan sebesar 65 %. “Dua aturan mendasar soal YOR ini harus disinkronkan lebih dulu, baru bisa mengatasi soal dwelling tme di Pelabuhan Tanjung Priok,” lanjutnya.

Selama belum ada sinkronisasi aturan mendasar itu, kata Dahlan maka praktek di lapangan akan terus ada perbedaan persepsi antara petugas Bea Cukai dengan pengelola terminal petikemas.

“Dan untuk sinkronisasi itu, menjadi domain Menko Ekuin (Ekonomi dan Industri) untuk mempertemukan dua menteri ,”ungkapnya.

Dan untuk IPC, kata Dahlan, agar membantu semua pihak guna penurunan dwelling times. “IPC selaku yang punya wilayah tentu berkepentingan agar dwelling times dapat diturunkan,” ujar Dahlan.

Sementara RJ Lino, Direktur Utama IPC, mengaku siap memfasilitasi semua upaya  untuk turunnya angka dwelling time. “Sejak awal kita selalu komitmen, agar upaya menurunkan dwelling times Tanjung Priok bisa dicapai, kalau bisa di bawah 5 hari,” ungkapnya. (SLN).

 

 

 

@ PT ISL Media Nasional (ISL NEWS) Sejak Tahun 2012

Top Desktop version