indonesiashippingline.com

Switch to desktop Register Login

Pelindo IV Cabang Makassar Naikkan Tarif Bongkar Muat

 

Makassar naikkan tarif bongkar muat Ongkos Pelabuhan Pemuatan dan Ongkos Pelabuhan Tujuan (OPP/OPT) di Pelabuhan Makassar mulai 1 Januari lalu  naik 22 persen.

Kebijakan ini seiring naiknya upah Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) sebesar 17 persen menjadi Rp118.500 dari Rp96 ribu per hari.

Ketua Tim Pembahasan Tarif OPP/OPT, M Siddiq mengatakan kenaikan upah buruh menjadi pemicu. "Upah buruh pelabuhan saat ini Rp118 ribu, sebelumnya hanya Rp96 ribu. Sementara komoditi naik Rp8 ribu per ton," ujar Siddiq di kantor Otoritas Pelabuhan Makassar, belum lama ini.


Menurutnya dampak kenaikan ongkos bongkar muat di pelabuhan Makassar ini kemungkinan akan memicu kenaikan harga barang di pasaran. "Dalam dua tahun terakhir belum ada kenaikan tarif pengangkutan barang sehingga harus menyesuaikan upah buruh pelabuhan sesuai Upah Minimum Kota (UMK)," tambah Sidik.

Ketua Indonesian National Ship-Owners Association (INZA) Makassar, Capt Zulkifli mengatakan ongkos bongkar muat pelabuhan Makassar memberatkan pengusaha perkapalan dan ujujngnya kondisi tersebut memicu biaya pengangkutan harus naik.

"Pasti berimbas kepada pemilik barang karena harus menyesuaikan biayanya," tuturnya.

Menurutnya, kenaikan tarif ini harus dibarengi pelayanan yang baik serta fasilitas ditingkatkan. Namun pengusaha harus mematuhi keputusan ini karena sesuai dengan kesepakatan bersama.

"Kita sesuaikan saja biayanya, tetapi kenaikannya jangan terlalu tinggi," ujarnya.

Kepala Otoritas Pelabuhan Makassar, Wahyu Hidayat mengatakan pelabuhan Makassar saat ini mengarah pada modernisasi.

"Kegiatan industri terpusat di pelabuhan sehingga harus terus ditingkatkan kinerjanya. Pelabuhan merupakan pendukung pertumbuhan eko