indonesiashippingline.com

Switch to desktop Register Login

Pelindo III perkuat “port to port connectivity”

SURABAYA (Shipping Line News)- Manajemen PT Pelindo III mengundang sedikitnya 15 perusahaan operator petikemas domestik untuk mengikuti kegiatan Face to face dan Sharing Session, guna menjaring aspirasi, permasalahan yang timbul dan mencari solusi terbaik dalam rangka peningkatan pelayanan.

 

Sejumlah perusahaan pelayaran domestik yang dijumpai di Auditorium Bromo Lantai V Kantor Pusat Pelindo III, ((20/12) petang menyatakan puas. Diantaranya dengan adanya solusi yang diberikan dengan penambahan unit kapal pandu, kapal tunda, dan pilot dari masing-masing kapal dan masing-masing terminal.

Dalam Sharing Session tersebut, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelindo III Husein Latief memaparkan rencana aksi dan program strategis Pelindo III untuk mewujudkan integrasi logistik nasional dengan memperkuat port to port connectivity dan efisiensi biaya Logistik nasional

Manajer Operasional PT Alken Sudirman, menunggu program yang akan diimplementasikan penyedia jasa (Pelindo III). Problem selama ini ketersediaan tambatan (dermaga) yang masih kurang,” kata Sudirman selepas sharing season .

Sudirman menambahkan, bila kapal tidak segera sandar atau sedang menunggu kapal pandu, kebutuhan bahan bakar semakin tinggi. Dia mencontohkan kebutuhan BBM per hari mencapai sekitar Rp 7,2 juta untuk motor bantu saat mesin kapal mati.

Asumsi itu diambil dari 30 liter perjam dengan harga solar industri ditaksir mencapai Rp 10.000. Bila waiting time (waktu tunggu) mencapai sehari kebutuhan solar mencapai Rp 7,2 juta. Semakin besar kapal, akan semakin besar kebutuhan BBM. Kebutuhan itu untuk kapal ukuran 2.000 DWT (Death Weight Tonnage). Sementara kapal yang dimiliki Alken di Surabaya mencapai 18 unit, dengan rata-rata ukuran kapal mencapai 3.000-4.000 DWT.

Hal yang sama disampaikan Tano Inti Line. Manajer Operasi, David menyebut kendala untuk Tanjung Perak adalah masa waktu tunggu.

”Tidak hanya untuk waktu tunggu sandar, tetapi juga waktu tunggu kapal pandu,” sebutnya. ”Tetapi hasil sharing season ini sudah bagus. Kedepannnya kita harapkan bisa lebih baik lagi, seiring dengan beroperasinya  Terminal Teluk Lamong,” lanjutnya.

Husein Latief berjanji akan melakukan perbaikan di semua terminal. Salah satunya dengan menambah kapal pandu dan tunda, termasuk personelnya.

”Nantinya masing-masing terminal akan kita tambah. Kedepan kita ciptakan zero waiting time (waktu tunggu nol),” tegasnya. Sharing season ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan face to face 10-12 Desember lalu.

Dalam paparannya, Husein Latief juga menyampaikan bahwa tahun ini ketersediaan kapal tunda di Tanjung Perak sebanyak 12 unit. Hingga tahun 2018 nanti total kapal tunda mencapai 20 unit. Sedangkan untuk SDM tahun ini di Tanjung Perak sebanyak 63. Tahun 2018 menjadi 72 personel.

“Apa yang kita lakukan merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk meningkatkan pelayanan. Menurutnya, para perusahaan pelayaran inilah yang mengetahui sejauh mana kualitas pelayanan yang diberikan oleh Pelindo III,” jelasnya.

Dengan adanya tatap muka langsung ini, kata Huseibn,diharapkan dapat diketahui kekurangan-kekurangan yang ada di setiap pelabuhan yang nantinya dapat ditingkatkan.

"Kita mau mereka terbuka apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi. Maka dari itulah kegiatan ini dilakukan dengan konsep tatap muka langsung dengan perusahaan pelayaran satu-persatu," ungkap Husein.

Kegiatan tatap muka ini, kata Husein bukan yang pertama dilakukan oleh Pelindo III. Setiap tahun Pelindo III mengundang operator pelayaran petikemas domestik untuk duduk bersama memecahkan permasalahan di pelabuhan. Pihaknya mengaku setiap tahun pasti ada permasalahan baru yang harus segera ditangani utuk meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan.

"Permasalahan pasti selalu ada dan kami berkomitmen untuk memperbaiki itu semua. Mereka selalu kami tanya apakah ada perubahan setiap kali tatap muka ini dilakukan, dan jawaban mereka ada. Artinya kegiatan ini efektif dalam menampung dan menyelesaikan keluhan pelanggan," tambahnya.(SLN).

@ PT ISL Media Nasional (ISL NEWS) Sejak Tahun 2012

Top Desktop version