indonesiashippingline.com

Switch to desktop Register Login

IPC Marine/PT JAI Dapat Penunjukan Layanan Pandu dan Tunda di Patimban

ISL NEWS (Jakarta) - IPC Marine (IPCM) atau PT Jasa Armada Indonesia/JAI Tbk. mendapat surat rekomendasi (Penunjukan-red) untuk melakukan layanan pemanduan dan penundaan kapal di Pelabuhan Patimban dan Terminal Khusus (Tersus) Jawa Satu Power.

Surat Penunjukan layanan pemanduan itu dikeluarkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban, Jawa Barat.

KSOP Kelas II Patimban Anwarudin mengatakan, surat rekomendasi diberikan karena IPCM memenuhi persyaratan sebagai pelaksana pemanduan dan penundaan di wilayah Patimban. Jumlah armada perusahaan itu memenuhi syarat. Armada yang dimaksud berupa kapal tunda dan pandu.“Mereka juga memiliki kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni,” kata Anwarudin dalam siaran pers, Jumat pekan kemarin (10/1).

KSOP Patimban berharap IPCM termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas pemanduan dan penunandaan. Sebab, layanan ini dinilai sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan kapal yang keluar-masuk pelabuhan.

“Kepercayaan ini akan menambah semangat dan motivasi IPCM untuk terus meningkatkan kualitas pemanduan dan penundaan Pelabuhan Patimban,” kata Direktur Utama IPCM Chiefy Adi Kusmargono.

Dalam kesempatan itu, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) mengatakan, investasi Proyek Strategis Nasional Pelabuhan Patimban mencapai Rp 43,2 triliun. Pelabuhan ini dinilai yang terbesar di Indonesia, utamanya untuk ekspor otomotif. Pelabuhan Patimban memiliki luas area sekitar 350 hektare dengan kapasitas 7,5 juta TEUs. Kapasitas itu mempertimbangkan potensi pertumbuhan dan kebutuhan di wilayah Timur Jawa Barat.

Pada tahap pertama fase satu, akan dibangun terminal peti kemas dan terminal kendaraan utuh (completely build up). Pada tahap pertama fase II, akan dikembangkan terminal peti kemas berkapasitas 3,75 TEUs. Selain itu, ada pengembangan terminal kendaraan berkapasitas 382.000 unit kendaraan utuh (CBU) dan terminal Ro-Ro 200 meter.

Pada tahap kedua, kapasitas pelayanan terminal peti kemas akan ditingkatkan menjadi 5,5 juta TEUs. Kemudian, pada tahap ketiga akan ditingkatkan hingga 7,5 juta TEUs. (*Tim Redaksi ISL News).

 

@ PT ISL Media Nasional (ISL NEWS) Sejak Tahun 2012

Top Desktop version